Kamis, 04 Maret 2010

PENGARUH PUPUK ORGANIK BIOGREEN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PARE (Momordica charantia L.)

Tanaman pare (Momordica charantia L.) diduga berasal dari daerah Asia yang beriklim tropis, pare merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomis dan sosial yang sangat tinggi dikarenakan beberapa manfaat yang dimiliki buah pare tersebut, sehingga peluang pasar pare terbuka luas mulai dari pasar lokal hingga pasar swalayan yang dapat kita tangkap sebagai peluang usaha tani yang menguntungkan. Produksi pare di Indonesia masih sangat rendah sehingga pemerintah tidak memasukkan pare kedalam perioritas pengembangan hortikultura. Salah satu solusi untuk meningkatkan produksi pare dengan masih memperhatikan kelestarian kesuburan tanah yaitu dengan menggunakan pupuk organik. Biogreen yang merupakan salah satu produk pupuk organik yang banyak mengandung bahan organik yang cukup tinggi serta unsur hara makro maupun mikro sehingga diharapakan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman pare tersebut.
Proyek usaha mandiri ini dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Jember Desa Tegal Gede Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur dengan ketinggian tempat 89 meter diatas permukaan laut, selama empat bulan dimulai bulan September sampai bulan Desember 2006 dengan cara membudidayakan tanaman pare dengan luasan 400m2 yang dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian (200m2) dengan perlakuan pupuk organik Biogreen dan satu bagian (200m2) menggunakan pupuk anorganik selanjutnya dari hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T dan dihitung kelayakan usaha taninya.
Hasil uji T menunjukan penggunaan pupuk Biogreen dibanding dengan pupuk anorganik memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah buah pertanaman serta hasil buah pertanaman dengan nilai rata – rata tertinggi diperoleh pada perlakuan mengunakan pupuk anorganik, total hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan pupuk anorganik sebesar 259,6kg/200m2. Sedangkan pada perlakuan pupuk Biogreen diperoleh hasil sebesar 231,5kg/200m2. Berdasrkan hasil yang diperoleh masih mengalami kerugian sebesar Rp. 125.432,- untuk perlakuan pupuk anorganik dan kerugian sebesar Rp. 154.000,- untuk lahan perlakuan pupuk Biogreen.